CONTOH SURAT PERJANJIAN JUAL – BELI SAHAM

Artikel Hukum

CONTOH SURAT PERJANJIAN JUAL – BELI SAHAM

 

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

 

  1. Nama :   —————————————————-

Kewarganegaraan          :   —————————————————-

Pekerjaan                         :   —————————————————-

                                                    —————————————————-

Alamat                             :   —————————————————-

—————————————————-

Telepon                           :   —————————————————-

 

 

Yang bertindak atas nama diri sendiri dan untuk selanjutnya disebut PENJUAL.

 

 

  1. Nama :   —————————————————-

Kewarganegaraan          :   —————————————————-

Pekerjaan                         :   —————————————————-

Alamat                             :   —————————————————-

—————————————————-

Telepon                           :   —————————————————-

 

Yang bertindak atas nama diri sendiri yang untuk selanjutnya disebut PEMBELI.

 

Kedua belah pihak dengan ini menyatakan telah bersepakat untuk mengadakan perjanjian jual-beli saham dengan syarat-syarat dan ketentuan yang tertuang dalam 6 (enam) pasal, sebagai berikut:

 

 

Pasal 1

 

Ayat 1

PENJUAL telah menjual kepada PEMBELI dan PEMBELI telah membeli dari PENJUAL berupa saham-saham:

 

  1. Saham PT —————————————————————

Jumlah saham : ——————— lembar

Harga per lembar saham adalah [(Rp. ————,00) (—— jumlah uang dalam huruf —— )]

 

  1. Saham PT —————————————————————

Jumlah saham : ——————— lembar

Harga per lembar saham adalah [(Rp. ————,00) (—— jumlah uang dalam huruf —— )]

 

Ayat 2

Keseluruhan harga untuk pembayaran saham-saham tersebut sebesar [(Rp. ————————,00) (—— jumlah uang dalam huruf —— )] telah dibayarkan tunai PEMBELI.

 

Ayat 3

Dengan penjualan saham-saham tersebut maka dengan demikian Surat Perjanjian ini berlaku sebagai tanda bukti penerimaan yang sah.

 

 

Pasal 2

 

PENJUAL memberikan jaminannya bahwa saham-saham yang dijualnya tidak sedang digadaikan atau dibebani dengan beban-beban apapun juga sehingga penjualan saham-saham tersebut tidak akan mengganggu atau merintangi PEMBELI di kemudian hari.

 

 

Pasal 3

 

Karena kepemilikan saham-saham tersebut telah beralih kepada PEMBELI, maka segala keuntungan, pendapatan, kerugian, dan pajak perihal saham-saham tersebut menjadi tanggungan PEMBELI.

 

 

Pasal 4

 

Pada waktu perjanjian ini ditandatangani bukti saham dari saham-saham tersebut di atas belum dicetak, maka PENJUAL memberi kuasa kepada PEMBELI untuk mengambil bukti-bukti saham berikut talon kepada kantor perseroan setelah saham-saham tercetak.

 

 

 

 

 

Pasal 5

 

Ayat 1

Apabila timbul perselisihan berkenaan dengan Perjanjian ini, maka kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikannya secara musyawarah untuk mufakat.

Ayat 2

Jika jalan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikannya secara hukum dan kedua belah pihak telah sepakat untuk memilih tempat tinggal yang umum dan tetap di ( —— Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri —— ). ———————————————————-

 

 

Pasal 6

 

Surat perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) dengan dibubuhi materai secukupnya yang berkekuatan hukum yang sama yang masing-masing dipegang para pihak dan mulai berlaku sejak ditandatangani. ————————————–

 

 

 

Dibuat di :  ( ——- tempat ——- )

Tanggal   :  ( — tanggal, bulan, dan tahun — )

 

 

 

 

        PENJUAL                                                                     PEMBELI

 

 

 

 

 

[ ————————- ]                                                   [ ———————— ]

 

 

Tags :

Artikel Hukum

Share :