Estimasi Telan Dana Rp 35 Miliar, Gedung Baru DPRD Banjarmasin Bertipe Gajah Manyusul

Proyek Pemerintah

TIPE rumah tradisional Banjar bertipe Gajah Manyusu dengan ciri khas bangunan induk menggunakan atap perisai buntung. Gaya bangunan tempo dulu ini ditransformasi konsultan perencana dengan teknik arsitektur terkini di gedung baru DPRD Kota Banajrmasin.

“SEBENARNYA, rencana pembangunan gedung DPRD Banjarmasin yang baru merupakan bangunan tambahan. Karena posisinya terlindung bangunan seperti Bank Kalsel dan lainnya, tentu tak bisa menjadi ikon baru Banjarmasin. Ya, kalau mau, sebenarnya bangunan utama yang menghadap Jalan Lambung Mangkurat bisa saja direnovasi secara bertahap,” ucap Direktur Utama PT Technikatama Jasa Konsultan, Nanda Febryan Pratamajaya kepada jejakrekam.com, Sabtu (4/9/20210.

Dari review DED gedung kantor DPRD Banjarmasin itu, Nanda menegaskan apa yang dilakukan konsultan perencana tetap sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) gedung negara, struktur hingga finishing bangunan berkualitas, bermanfaat dan layak fungdi.

“Fungsi utamanya tetap yang diharapkan. Memang, gedung tambahan ini didesain tiga lantai dengan basement berfungsi areal parkir. Ya, kalau dikira berdiri di atas lahan seluas 20×25 meter. Sekali lagi, gedung baru itu hanya gedung tambahan,” tutur Ketua DPP Intakindo Kalsel ini.

BACA : Tertunda Cukup Lama, Rencana Pembangunan Gedung Baru DPRD Banjarmasin Segera Digarap

Planolog lulusan Universitas Brawijaya Malang ini mengungkapkan berdasar perencanaan, gedung tambahan atau gedung kerja itu akan digunakan untuk empat ruang komisi, ruang kerja 14 anggota plus empat unsur pimpinan dewan.

“Selebihnya, nanti ada ruang wartawan, perpustakaan dan arsip serta ruang serbaguna. Sedangkan, untuk ruang paripurna dan fraksi masih menempati gedung atau gedung utama,” papar Nanda.

Mengenai kondisi gedung lama DPRD Banjarmasin yang sering terendam akibat luapan air sungai atau hujan, Nanda mengatakan sebenarnya perlu dipikirkan sirkulasi drainase. Menurut dia, dengan kontur tanah di kawasan itu agak rendah, tentu perlu dibuat kolam penampungan dan pompa agar air yang meluap bisa disalurkan ke sungai terdekat.

BACA JUGA : Tak Lagi Nyaman, Pembangunan Gedung Baru DPRD Banjarmasin Mendesak

“Bangunan lama kantor DPRD Banjarmasin tak mungkin bisa ditinggikan. Ini ditambah dengan elevasi jalan tiap tahun naik, makanya perlu dipikirkan sistem drainasenya,” ucap Nanda.

Karena lahan yang terbatas, Nanda mengatakan tipe rumah Banjar Gajah Manyusu yang ditransformasi dengan gaya arsitektur modern dipilih. Ia menegaskan estimasi biaya sementara untuk pembangunan gedung baru berkisar Rp 32 miliar hingga Rp 35 miliar. Ini belum termasuk, interior dan meubler, totalnya bisa mencapai Rp 40 miliar.

“Makanya, agar tak jomplang, tentu bangunan lama gedung DPRD Banjarmasin harus direnovasi secara bertahap. Yang pasti, kami bekerja hingga Desember 2021 nanti, dari progress hingga pradesain,” ucapnya.

BACA JUGA : Gedung DPRD Kota Banjarmasin yang Lama Sering Terendam

Nah, beber Nanda, jika ada anggaran dananya, sesuai perencanaan bangunan tambahan gedung DPRD Banjarmasin bisa diselesaikan kontraktor pelaksana dalam tempo 10 bulan. Nanda juga menegaskan pihaknya juga sudah mengantisipasi soal dampak khususnya sisi getaran terhadap bangunan yang ada di sekelilingnya.

“Karena luasan lahan di 0 – 2.000 m2 atau bangunan 0 – 4 lantai, hanya butuh  Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL). Sebab, persyaratan SPPL untuk luas tanah 0 – 2.000 m2 atau bangunan 0 – 4 lantai,”

 

 

Tags :

Proyek Pemerintah

Share :