Giliran Eks Suami Valencya Dituntut Penjara, Jaksa Kejari Karawang Belum Siap lalu Ditegur Hakim

 

Tribun Jabar / Cikwan Suwandi

Sidang tuntutan kasus kekerasan dalam rumah tangga dengan terdakwa Chan Yung Chin, suami Valencya di Pengadilan Negeri Karawang, Selasa (16/11/2021)

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID,KARAWANG– Setelah Valencya dituntut 1 tahun penjara oleh jaksa Kejari Karawang, kali ini giliran suaminya, Chan Yung Chin yang menjalani sidang tuntutan.

Sidang tuntutan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu digelar di Pengadilan Negeri Karawang, Selasa (16/6/2021).

Valencya dilaporkan mantan suaminya bulan September 2020 ke PPA Polda Jabar dengan tuduhan melakukan pengusiran dan tekanan psikis.

Dua bulan kemudian, Valencya melaporkan mantan suaminya Chan karena menelantarkan keluarganya ke Polres Karawang.

Hanya saja, sidang itu ditunda karena jaksa dari Kejari Karawang belum siap dengan tuntutan.

“Bagaimana jaksa atas tuntutannya,” kata Ketua Majelis Hakim Ismail Gunawan dalam persidangan. Jaksa Akmal Muhajir menjawab belum siap.

“Mohon izin Yang Mulia tuntutannya belum siap,” kata JPU Akmal Muhajir kepada majelis hakim.

Majelis Hakim Ismail Gunawan bersama anggota majelis hakim Selo Tantular dan Arif nahumbang Harahap menunda persidangan dengan agenda tuntutan tersebut.

“Ini berarti yang kedua ya tuntutan belum siap. Jadi kami ingatkan jaksa agar segera melakukan penuntutan. Kalau sampai berulang kali melakukan penundaan artinya saudara tidak yakin terhadap tuntutannya,” kata Ketua Hakim Ismail.

Disampaikannya kepada jaksa agar menjadi perhatian untuk pekan depan tidak lagi menunda tuntutannya tersebut.

Hakim Ketua meminta satu minggu agar jaksa mempersiapkan tuntutannya pada Selasa 23 November 2021.

Seperti diketahui, Valencya dan Chan Yung Ching saling lapor terkait KDRT psikis.

Valencya dilaporkan mantan suami Chan Yu Ching pada bulan September 2020 ke PPA Polda Jabar nomor LP.LPB/844/VII/2020 lantaran melakukan pengusiran dan tekanan psikis.

Sementara Chan dilaporkan Valencya karena menelantarkan keluarganya ke Polres Karawang dengan nomor LP./1057/IX/2020/JABAR/RES KRW.

Chan ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2020. Kemudian Valencya ditetapkan sebagai tersangka pada 11 Januari 2021.

Valencya Dituntut 1 Tahun

Seorang ibu di Kabupaten Karawang, Valencya dituntut pidana penjara 1 tahun oleh jaksa Kejari Karawang dalam dugaan kekerasan dalam rumah tangga.

Sidang tuntutan kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga itu digelar di Pengadilan Negeri Karawang, Kamis (11/11/2021)

Belakangan, Kejagung melakukan eksaminasi atau penelitian dan pemeriksaan terhadap jaksa yang terlibat dalam menangani perkara tersebut.

Valencya dilaporkan oleh suaminya, Chan Yung Ching, pria asal Taiwan.

Kasus berawal saat dia memarahi suaminya yang pulang dalam keadaan mabuk kemudian pertengkaran terjadi. Saat itu, suaminya enam bulan tidak pulang.

“Mungkin saya dalam keadaan galau ya waktu itu, rumah berantakan, anak sakit, toko berantakan, saya telepon dimatikan,” ucap Valencya, dikutip dari Kompas.com, Selasa (16/11/2021).

Di pertengkaran itu, suaminya ternyata merekam umpatan Valencya. Hasil rekamannya jadi dasar untuk melaporkan Valencya.

“Tapi tahunya setelah saya gugat cerai itu yang digunakan untuk membuat laporan, untuk mengintimidasi saya. Dijadikan alat bukti dan transkipnya juga dipengga-penggal,” ujar dia.

Sebelum kasus ini bergulir hingga ke pengadilan, Valencya dan suaminya sempat mediasi. Namun mediasi itu buntu. Di sisi lain, Valencya berharap laporannya dicabut namun Chan Yung Ching minta kompensasi.

Keduanya menikah pada tahun 2000. Valencya sempat tinggal di Taiwan bersama suaminya dan bekerja serabutan.

Saat di Taiwan, Valencya baru tahu bahwa suaminya ternyata duda anak tiga. Namun, mereka tetap menjalani rumah tangga.

Akhirnya, keduanya kembali ke Indonesia dan tinggal di Karawang karena ada saudaranya tinggal di kota itu.

Mereka kemudian membuka usaha toko bangunan. Di sisi lain, Chan Yung Ching tidak bisa bekerja karena memegang visa kunjungan.

Tiap empat bulan sekali, suaminya pun harus kembali ke Taiwan dan diongkosi Valencya. Kemudian ia mensponsori suaminya menjadi WNI dan memodalinya membuat perseroan terbatas (PT). Namun terjadi permasalahan antara keduanya.

Cekcok dan pertengkaran antara Valencya dan suaminya sudah terjadi sejak Februari 2018.

Ketika itu Valencya mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Negeri Karawang dengan dasar ketidakcocokan.

Pada April 2018, gugatan cerai urung dilakukan karena terjadi mediasi. Keduanya rujuk kembali. Pada September 2019, Valencya kembali menggugat cerai suaminya.

Di bulan yang sama, suaminya melaporkan Valencya ke Polsek Telukjambe Karawang atas dugaan pemalsuan surat kendaraan.

Pada 2 Januari 2020, putusan pengadilan keluar. Pengadilan Negeri Karawang mensahkan gugatan perceraian Valencya.

Tapi suaminya mengajukan banding. Pada Agustus 2020, Valencya tetap memenangkan banding yang diajukan suaminya di Pengadilan Tinggi Bandung.

Pada September 2020, Valencya dilaporkan atas kasus dugaan pengusiran dan tekanan psikis terhadap suaminya di PPA Polda Jabar.

Pada 11 Januari 2021, Valencya ditetapkan sebagai tersangka. Pada September 2020, Valencya melaporkan Chan Yung Ching atas dugaan penelantaran keluarga ke Polres Karawang. Diketahui, 2 Januari 2020 keduanya sah cerai.

9 Jaksa Diproses

Sembilan jaksa dari Kejari Karawang dan Kejati Jabar diperiksa oleh Kejaksaan Agung.

Pemeriksaan dilakukan buntut dari tuntutan 1 tahun penjara kepada Valencya.

Hari Senin (15/11/2021) ini, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum mengeluarkan surat perintah Eksaminasi Khusus terhadap penanganan perkara dengan terdakwa Valencya.

Hal ini terungkap dalam siaran pers yang ditandatangani oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

“Pelaksanaan Eksaminasi Khusus telah dilakukan dengan mewawancarai sebanyak 9 (sembilan) orang baik dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Kejaksaan Negeri Karawang, serta Jaksa Penuntut Umum (P-16 A),” tulis siaran pers tersebut.

Hasil Eksaminasi Khusus juga membuat Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Jabar untuk sementara ditarik ke Kejagung guna memudahkan pemeriksaan fungsional oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.

Kejagung memutuskan turun tangan setelah ramai pemberitaan mengenai Valencya.

Valencya (45) seorang ibu dua anak dilaporkan mantan suaminya karena sering memarahinya.

Valencya pun mengaku kaget ketika jaksa penuntut umum (JPU) menuntutnya satu tahun penjara.

Kejaksaan Agung lalu melakukan Eksaminasi Khusus.

Ada tim yang memeriksa jaksa dari Kejaksaan Negeri Karawang dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Hasil temuan Eksaminasi Khusus tersebut di antaranya adalah dari tahap Prapenuntutan sampai tahap Penuntutan baik dari Kejari Karawang maupun dari Kejati Jabar tidak memiliki sense of crisis/kepekaan.

Lalu dalam siaran pers itu juga disebut kesimpulan Eksaminasi Khusus.

“Berdasarkan hasil temuan Eksaminasi Khusus hari ini, maka disimpulkan:

1. Penanganan perkara Terdakwa VALENCYA Alias NENGSY LIM dan Terdakwa CHAN YU CHING akan dikendalikan langsung oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum karena telah menarik perhatian masyarakat dan Pimpinan Kejaksaan Agung;

2. Para Jaksa yang menangani perkara ini akan dilakukan pemeriksaan fungsional oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan;

3. Khusus terhadap Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, untuk sementara ditarik ke Kejaksaan Agung guna memudahkan pemeriksaan fungsional oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.

baca lengkap :

Giliran Eks Suami Valencya Dituntut Penjara, Jaksa Kejari Karawang Bel.

http://share.babe.news/s/bZvpMRsYTR