Jalan Bebas Hambatan Banjarbaru – Batulicin Terancam Tak Rampung

Transportasi

Konsep Jalan Tol bebas hambatan Banjarbaru – Batulicin.(foto: ist)

Jalan Bebas Hambatan Banjarbaru – Batulicin Terancam Tak Rampung

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) terancam tak mampu rampungkan jalan tol bebas hambatan Banjarbaru – Batulicin yang digadang – gadang bakal rampung tahun 2021.

BANJARMASIN, koranbanjar.net
Kabar ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan, Nasrullah kepada koranbanjar.net saat wawancara melalui via telepon di Banjarmasin, Kamis (2/9/2021).

Nasrullah mengakui awalnya rencana selesai mega proyek ini ditargetkan tahun 2021.

Namun karena dananya sangat besar terlebih adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid- 19, sehingga molor.

“Karena pekerjaannya tersambung – sambung, dan dananya besar sekali, jadi kami kejar secara bertahap,”  ujarnya.

Dirinya juga mengungkapkan ada kemungkinan perubahan spekifikasi dari rencana awal dibikin jalan tol menjadi jalan lingkar atau jalan provinsi.

Karena sambungnya, untuk menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Lebih lanjut, rencana semula jalan tol yang lebarnya kurang lebih 30 meter, ditaksir nilainya mencapai 7 sampai 10 triliun.

Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan, Drs Nasrullah bersama Kabid Bina Marga saat wawancara dengan awak media.(foto: ist)

“Karena biaya ini masih mengandalkan APBD, maka ada kemungkinan perubahan konsep menjadi jalan lingkar, specnya tidak menggunakan jalan tol,” ungkapnya.

Dirinya berpendapat, apabila menggunakan konsep jalan alternatif maka diperkirakan lebarnya hanya 6 meter.

“Nah ini yang akan kami bahas pada tahun depan, kalau misal lebarnya hanya 6 meter berapa kira – kira nilainya, saya rasa hanya 1 sampai 2 triliun.Mungkin mengejar jalan tol saya rasa berat,” bebernya.

Disinggung soal akan ditawarkan kepada investor, menurut Nasrullah, dengan dana triliunan kondisi saat ini bagi investor juga sangat berat.

Dikatakan olehnya, pernah salah satu investor dari Korea meninjau lokasi jalan bebas hambatan yang perencanaannya dimulai tahun 2016 ini, namun demikian hingga saat ini tidak ada kelanjutannya.

“Kemarin itu investor dari Korea sempat meninjau ke lokasi dan bertemu dengan Pj Gubernur Kalsel kala itu, namun kayaknya masih penjajakan,” katanya.

Mengapa demikian, Ia menilai, investor tidak sembarangan mengeluarkan biaya tanpa harus melihat prospek kedepannya.

Saat ini, jumlah penduduk Kalsel berapa, dan aktivitas mobilitas di Kalsel melewati jalan itu masih kurang, tidak seperti di Jakarta.

“Kecuali nantinya Ibu Kota jadi, kawasan industri di Batulicin mulai tercipta dan arus lalu lintas meningkat, kemungkinan ada investor yang tertarik,” jelasnya.

Jadi, saat ini pihaknya semampunya membangun secara perlahan dan bertahap, sesuai kondisi keuangan daerah.

Beberapa waktu telah lewat, Kepala Bappeda Kalsel Fajar Desira pernah mengklaim, saat ini jalur yang sudah dibangun, yaitu jalan sepanjang 40 kilometer dari Batulicin menuju PT Kodeco di Kilometer 58.

Jalur tersebut nantinya akan terhubung dengan jalan bebas hambatan.

Jalur ini pada 2016 juga sudah pernah dibuka TNI AD melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Mulai dari kawasan Awang Bangkal, Kabupaten Banjar sepanjang 40 kilometer.

Jalan yang ada sekarang, yaitu jalan nasional panjangnya sekitar 260 kilometer melintasi Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

“Kalau jalan baru nanti, yang dari Batulicin – Aranio – Banjarbaru, panjangnya sekitar 160 kilometer,” ucapnya kala itu. (yon/dya)

Tags :

Transportasi

Share :