Kasus Ibu Marahi Suami Mabuk Berujung Pencopotan Pejabat Kejati Jabar

HUKUM & PERISTIWA

‚ĀłKasus Ibu Marahi Suami Mabuk Berujung Pencopotan Pejabat Kejati Jabar

Valencya alias Nengsy Lim harus menghadapi tuntutan 1 tahun penjara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Karawang. Ia menghadapi masalah hukum usai dilaporkan ke Polda Jabar oleh mantan suaminya sendiri, CYC,

menghadapi tuntutan 1 tahun penjara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Karawang. Ia menghadapi masalah hukum usai dilaporkan ke Polda Jabar oleh mantan suaminya sendiri, CYC, atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Ibu dua anak itu dilaporkan karena kemarahannya melihat sang mantan suami mabuk. Kebiasaan mabuk-mabukan itu juga yang membuat mereka berdua bercerai.
Namun, CYC tidak menerima perceraian itu hingga akhirnya membuat laporan atas dugaan pengusiran dan KDRT dalam rentang waktu 2019-2020 yang membuat psikisnya terganggu.
Kasus ini lalu menjadi perhatian masyarakat dan Kejaksaan Agung. Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer mengatakan Jaksa Agung ST Burhanuddin memerintahkan untuk melakukan eksaminasi khusus pada kasus tersebut. Eksaminasi khusus dilakukan pada Senin (15/11).
“Eksaminasi Khusus telah dilakukan dengan mewawancarai sebanyak 9 orang baik dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Kejaksaan Negeri Karawang, serta Jaksa Penuntut Umum (P-16 A),” kata Leonard dalam keterangan persnya.
Salah satu hasil dari eksaminasi khusus itu yakni Kejari Karawang dan Kejati Jawa Barat tak peka dalam menangani kasus macam ini.
https://m.kumparan.com/kumparannews/kasus-ibu-marahi-suami-mabuk-berujung-pencopotan-pejabat-kejati-jabar-1wvYSvWbzh6/full?fbclid=IwAR02ENgmmRAqXVMp5NetBLtYr9-2tsTEIZ_y6dIb1EHApXexxo9zVndj1lo&utm_campaign=int&utm_medium=post&utm_source=Facebook

Tags :

HUKUM & PERISTIWA

Share :